Tidur Terus Saat Diajak Bicara, Gejala Narkolepsi? - Cumiblogger | Gudang Berita | Informasi Terbaru
Segera daftarkan diri anda sekarang juga! Promo Bonus Deposit 10% untuk newmember bonus di bagikan setiap hari.

Breaking

Cumiblogger | Gudang Berita | Informasi Terbaru

Gudang Berita Bola International | Berita Terkini

Advertisement

Post Top Ad

Advertisement
Advertisement

Tuesday, November 21, 2017

Tidur Terus Saat Diajak Bicara, Gejala Narkolepsi?


Bandar Bola, Pengacara menyebut Setya Novanto kerap tidur saat diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Novanto disebutnya belum berkonsentrasi dengan baik, dan pemeriksaan pun akhirnya ditangguhkan.

"Lha kalau sekarang dia tidak mampu, tidak bisa konsentrasi. Masih tiap ngomong 2 menit ketiduran, lah terus bagaimana? Apa yang mau dibicarakan? Tanya juga, hah? Mikir, begitu kan. Kan kita tidak bisa memaksakan," ucap Fredrich di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/11/2017) kemarin.

Baca juga: Pemerintah Imbau Masyarakat Tak Sebar Hoax Soal Gunung Agung

Belum diketahui secara pasti apa penyebab Novanto sulit konsentrasi dan sering tertidur saat diajak bicara. Namun di dunia medis, kondisi sering tidur tiba-tiba dan tanpa sebab disebut sebagai narkolepsi.

Dikutip dari WebMD, narkolepsi adalah gangguan tidur akibat terganggunya sistem saraf yang mengatur kapan seseorang tidur dan bangun. Pengidap narkolepsi sering merasa ngantuk saat siang hari dan bisa tiba-tiba tertidur meskipun sedang melakukan aktivitas.

Di dunia medis, narkolepsi tidak dikategorikan sebagai penyakit langka. Hanya saja, kondisi ini sering tidak ditanggapi dengan serius oleh pasien sehingga seringkali tidak mendapat penanganan dan pengobatan yang tepat.

dr Andreas Prasadja, RPSGT dari RS Mitra Kemayoran, mengatakan narkolepsi sangat dipengaruhi oleh kondisi biologis tubuh. Tiba-tiba tidur terjadi karena penurunan zat hipokretin pada otak yang berfungsi mengatur siklus tidur.

"Zat kimia di otak ini tugasnya mengatur pola tidur dan siklus tidur. Kalau otak kekurangan zat ini, akibatnya membuat orang tidur di sembarang tempat," ungkap dr Andreas beberapa waktu lalu.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Advertisement