Herbal Pembunuh Sel Kanker Payudara - Cumiblogger | Gudang Berita | Informasi Terbaru
Segera daftarkan diri anda sekarang juga! Promo Bonus Deposit 10% untuk newmember bonus di bagikan setiap hari.

Breaking

Cumiblogger | Gudang Berita | Informasi Terbaru

Gudang Berita Bola International | Berita Terkini

Advertisement

Post Top Ad

Advertisement
Advertisement

Sunday, November 19, 2017

Herbal Pembunuh Sel Kanker Payudara


Bandar Bola, Jakarta Dr Sari Haryanti, MSc, APT dari Balai Besar Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu menemukan tanaman yang cocok untuk mencegah kerusakan jantung sekaligus membunuh sel kanker dengan aman.

"Kombinasi ekstrak batang kayu secang dan daun awar-awar bisa meningkatkan potensi membunuh sel kanker, khususnya sel kanker payudara, ya. Karena saya melakukan penelitian kedua daun itu dengan melihat pengaruhnya pada sel kanker payudara yang ganas," kata Sari di sela-sela acara "Parade Doktor" Hari Kesehatan Nasional 2017 di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Kombinasi batang kayu secang dan daun awar-awar ini tidak hanya efektif membunuh sel kanker payudara, tapi juga efektif menghambat penyebaran sel kanker.

"Secang dan daun awar-awar ini jadi kombinasi terapi yang baik untuk pasien kanker payudara," jelas Sari.

Antara obat dan herbal

Kendati tanaman herbal sangat baik untuk pasien kanker, Sari menuturkan, pasien kemoterapi akan diberikan doxorubicin juga kombinasi ekstrak secang dan daun awar-awar untuk pengobatan terapi kanker payudara.

Doxorubicin merupakan antibiotik yang digunakan pada kemoterapi untuk mengobati berbagai bentuk kanker.

Sayangnya, kemoterapi menggunakan doxorubicin tersebut punya efek samping yang berbahaya. 

Jantung semakin lama akan rusak. Dan fungsi jantung tidak bekerja dengan baik untuk memompa darah.
Di sisi lain, penelitian terkait ekstrak secang dan daun awar-awar bisa membunuh sel kanker lain juga perlu diteliti lebih lanjut.

"Sel kanker lain bentuknya berbeda-beda. Jadi, cara membunuh sel kankernya mungkin bisa berbeda," lanjut dr Sari.

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Advertisement