Cumiblogger adalah situs yang memberikan artikel tentang software serta tutorial tips yang sangat bermanfaat serta berkualitas

Rabu, 12 Juli 2017

Tak Disangka Penjual Makanan di Kantin Sekolah ini tega menjualkan DVD Porno ke Siswa SMP , Siapa sangka ternyata dia..

Tak Disangka Penjual Makanan di Kantin Sekolah ini tega menjualkan DVD Porno ke Siswa SMP , Siapa sangka ternyata dia..

Kisah Cerpen - Ada sebuah cerita pendek dari salah satu sekolah yang ada di Jogjakarta,pengalaman terburuk ini di alami pada tahun 2001 tahun.Awalnya tidak ada yang menyangka bahwa Pak Rahman tega menjualkan dvd porno kepada siswa smp di sekolahnya,hingga pada akhirnya bisnis gelapnya ini terbongkar oleh sahabat nya sendiri.Pak Rahman dikenal sebagai penjual makanan sekaligus penjual mainan yang sangat akrab sama murid-murid disekolah.

Pak Rahman yang memiliki keseharian menjual cemilan dan mainan anak-anak ini membuat para guru dan kepala sekolah percaya kepadanya. Pak Rahman sendiripun memulai jualan dikantin sekolah tersebut terbilang sudah sangat lama,hampir 8 tahun Pak Rahman menjadi penjual setia di sekolah ini.Hingga suatu kejadian pada tahun 2004 istri dari Pak Rahman mengalami sakit parah,ia hampir menghabiskan seluruh hartanya untuk kesembuhan istrinya.

Istri Pak Rahman hanya dirawat dirumah saja karena memang ia tak sanggup untuk membayar kamar rumah sakit untuk istrinya,ia hanya menjalani perawatan di rumah dengan obatan yang cukup mahal.Setiap minggu Pak Rahman harus mengeluarkan uang sekiranya 1 sampai 2 juta untuk pengobatan istrinya,dengan kondisi pekerjaan Pak Rahman yang tidak terlalu banyak untungnya. Ia tega harus memulai bisnis gelap untuk mengobati istri nya yang sedang sakit.

Tak Disangka Penjual Makanan di Kantin Sekolah ini tega menjualkan DVD Porno ke Siswa SMP , Siapa sangka ternyata dia..


Pak Rahman mengaku mendapatkan keuntungan yang banyak sejak menjual video porno kepada siswa sekolahnya,dalam seminggu ia berhasil berauk keuntungan hingga 300 sampai 500 ribu belum ditambah hasil jualan mainannya.Bahkan yang membeli kaset film biru ini bukan hanya seorang laki-laki saja , seorang perempuan pun ada yang membeli juga meskipun tidak banyak. Tidak hanya di satu sekolah , ketika ia terpaksa menjual kaset-kaset porno ini.Ia berkeliling menjual mainan di sekolah lain sekaligus menawarkan kaset-kaset video porno ini.

Pak Rahman bercerita 1 kaset ia jual hanya dengan harga 15 ribuan saja , ia merauk keuntungan 3000 - 8000 rupiah perkaset.Sejak itu ia menjadi ketagihan menjual kaset-kaset porno ke anak-anak sekolah.Sampai suatu ketika,salah satu orang tua murid tak sengaja mempergoki anaknya sedang menonton film porno dikamarnya,orang tersebut awalnya sempat bingung bagaimana anaknya bisa mendapatkan kaset film porno padahal orang tua nya merasa ia sudah simpan baik-baik dilemarinya , dan pas orang tua tersebut penasaran , ia menonton film tersebut dan ia sadar bahwa dia tidak mempunyai kaset film porno episode itu.

Pada waktu malam hari orang tua tersebut menanyakan kepada anaknya , kamu ambil kaset ini dari mana?Dan siapa yang memberikanmu kaset ini? Awalnya anak itu ketakutan dan tidak mau berbicara.Hingga pada akhirnya orang tua murid tersebut terpaksa untuk pura-pura mengancam tidak memberikan jajan anaknya lagi,setelah itu Anak itu baru mengakui dari mana ia dapat kasetnya.

Orang tua dari murid tersebut kaget dan tidak menyangka,ia mengaku mengenal Pak Rahman itu orang yang baik tapi ga pernah menyangka kalau dia tega menjual dvd porno tersebut ke Anaknya itu.Akhirnya orang tua murid ini tidak terima anaknya diberikan pengajaran sesat oleh Rahman hingga Rahman dilaporkan kepada pihak sekolah. 


Sejak itu Pihak Sekolah tidak mengizinkan Pak Rahman untuk berjualan lagi di sekolahnya , hingga sekolah lainnya.Nama Pak Rahman diblacklist dari daerahnya , meskipun ia tidak di laporkan kepolisi tapi Pak Rahman sudah tidak boleh berjualan di daerah nya.Hingga pada akhirnya ia bercerita tentang istrinya,ia mengaku terpaksa menjual ini semua ke anak murid sekolahnya untuk medapatkan uang lebih.Ia sadar ia salah , tapi ia terpaksa.

"Istriku sakit parah,aku terpaksa menjual semua ini..karena aku sayang sama istriku..Aku tidak tahu harus mencari kemana lagi uang,aku sudah meminjam dan menjual barang yang ada dirumahku..Semua hal akan ku lakukan untuk kesembuhan istriku,aku menyesal" ujar Rahman saat dikerumuni oleh pihak sekolah.

Awalnya pihak sekolah tidak mempercayai perkataan Rahman hingga akhirnya pihak sekolahpun harus turun tangan ke kontrakan Rahman,tapi siapa sangka.Pada waktu pihak sekolah mendatangi kediaman Rahman,ternyata istrinya telah meninggal dunia dalam kondisi yang sangat buruk.

Rahman menangis tiada henti dan berteriak-teriak.Semua terdiam seketika pada waktu itu,sebelum istri Rahman meninggal,ia sempat menuliskan surat terakhir untuk suami tercintanya Rahman.Beginilah isi surat tersebut,

" Suamiku yang ku cintai Rahman,
Aku tahu kamu sangat sayang kepadaku,aku selalu takut kalau kamu tidak bisa menerimaku karena penyakitku.Sebelum kita menikah aku selalu memperingati akan penyakitku,tapi kamu tidak pernah khawatirkan penyakit yang kuderita dari dulu,kamu selalu bilang kamu cinta aku.Disana aku selalu menangis melihat perjuangan cintamu untukku,tapi aku kecewa pada kamu.Kamu memang berusaha mencari uang untuk kesembuhanku,tapi ku tak terima karena uang pengobatan yang kau berikan itu adalah haram.Hanya didepanmu aku berpura-pura meminum obat,tapi setelah kamu pergi aku muntahkan kembali obat yang minum.Aku tahu kamu cinta sama aku , tapi aku tidak mau menerima penghasilan dari uang haram.Rahman Sayang,maafkan aku jika aku tidak bisa menjadi istri yang baik.Mungkin ini adalah hari terakhirku bertemu denganmu,Aku hanya ingin kamu menjadi suami yang baik dan mencari uang dari hasil yang halal.Terima kasih untukmu yang selalu mencintaiku dalam keadaan apapun,dari istrimu Lilis "

Sejak hari itu Pihak sekolah dan orang tua murid pun memaafkan pak Rahman akan tetapi dengan persyaratan yang sama ia tidak boleh menginjak atau berjualan di lingkungan sekolah lagi.Pak Rahman beruntung tidak dilaporkan kepada pihak polisi dan Rahman pun menerimanya.



Share:
Lokasi: Indonesia
Copyright © Kisah Cerpen | Powered by Blogger Kontes Seo 2017Cumiblogger | Blogger Theme by Agen Capsa